“uhuk.... uhuk....” suara itu terdengar
lagi
Kali ini dari Pak Mansyur, usianya 70
tahun. Wajahnya keriput tapi dari gaya bicaranya terkesan masih muda. Sudah tua
kah? Sebenarnya usianya baru 35 tahun. Aku mengetahuinya dari kartu hologram
yang muncul dari jam tangannya. 7 Mei 3015 tanggal lahirnya. Mengapa bisa
begitu? Aku sendiri pun tak tau. Jika ku tanya ibu, ia lantas memalingkan
wajahnya ke ayah lalu menunduk bersamaan. Terpancar jelas sekali rasa bersalah
di wajahnya. Tapi ku tak tau mengapa. Apa karena pertanyaanku terlalu sulit
untuk dijawab? Terlalu mengada ada? . Sejak saat itu aku tak pernah
menanyakannya kepada mereka.
“uhuk... uhuk.... uhuk..... “ kali ini
lebih keras. “dehidrasi, kekurangan oksigen.... lagi” kata Ayah. “kita tak bisa
begini terus pak, populasi manusia akan punah!!!” kata pak Mansyur dengan nada
sedikit membentak. “ingatlah ini juga kesalahan generasi kita!!” bentak Ayah.
Aku sungguh tak mengerti apa maksud dari percakapan ini. Apakah ada yang salah?
Lantas aku pergi ke perpustakaan hologram di pusat kota. Yah, dengan umurku
yang masih 10 tahun aku bebas bepergian menggunakan jetcar. Tak perlu mengemudi
karena akan otomatis melalui sensor suara yang mengantarku ke pusat kota. Aku
mulai bertanya tanya dan mencoba mencari tahu di perpustakaan hologram.
Aku menemukan peradaban manusia pada
abad abad sebelumnya. Dari masih menggunakan batu, penemuan IC dan sampailah
pada peradabanku. Aku mengerti sekarang mengapa abad ini disebut abad milenium.
Karena dahulu sekitar tahun 2030 telah terjadi revolusi besar besaran terhadap
teknologi. Alat alat yang lama telah digantikan oleh teknologi yang sangat
memanjakan manusia. Aku membayangkan jika aku hidup di tahun sebelumnya. Pasti
hidupku takkan semudah saat ini. Semua termasuk mudah jika kubandingkan dengan
tahun sebelumnya. Sekarang dengan 1 alat pengontrol sudah mampu menjalankan apa
yang kita inginkan. Ku lihat jika dulu manusia sangat bekerja keras. Karena
itulah umur mereka lebih panjang dari pada umur pada sekarang. Terakhir, ayah
menangani pasien dengan dehidrasi tingkat tinggi dan komplikasi sinar UV yang
sangat mengerikan. Umurnya masih 40 tahun jika kulihat di data hologramnya
Tapi ada suatu pemandangan aneh yang
belum pernah kulihat sebelumnya. Belum pernah aku melihat benda semacam ini.
Bentuknya aneh, setengah lingkarang di atas dengan tak beraturan ke bawah.
Warnanya yang atas hijau dan yang bawah coklat. Dan ada banyak seperti itu di
jaman dahulu. Tapi sebelum ku tahu lebih lanjut, ayah mengirim pesan hologram
untuk menyuruhku pulang. Akhirnya aku pulang dengan perasaan masih penasaran.
Aku termasuk anak yang beruntung. Ayahku
dokter sekaligus pejabat di pusat kota sehingga hidupku terjamin dan aman. Aku
bisa sesuka hati pergi ke paru paru kota untuk menghirup udara yang bersih
tanpa harus membayar dan mengantri. Sementara orang lain hanya bisa marah,
menggunjing, menangis lalu pada akhirnya akan menuju ke ayahku untuk minta obat.
Tapi aku tak pernah melihat ayah memberikan semacam pil atau yang lain.
Udara diluar sangat panas dan pengap.
Jika aku berada di luar rumah 1 jam saja mungkin aku akan pingsan. Untungnya
ayah punya semacam paru paru mini di rumah. Jadi aku bisaa tetap hidup nyaman.
Yah, entah kenapa aku sangat membutuhkan paru paru itu. Dan tidak semua orang
mempunyai paru paru ini karena mahal harganya. Aku tidak mengerti mengapa tuhan
menciptakan planet yang banyak makhluk hidup tetapi sangat kecil udara yang
bisa dihirup.
Hari ini aku melakukan perjalanan
keliling kota bersama sekolah. Kami naik jetbus. Keadaan hening sepi. Mereka
sibuk dengan teknologinya masing masing. Sedangkan aku, aku sudah terlalu
bosan. Aku masih penasaran dengan apa yang kulihat di perpustakaan kota
kemarin. Aku hanya bisa melamun saat perjalanan berlangsung. Sialnya aku
terpisah dari rombongan pada saat berada di pinggiran kota. “ugh.....” udara
disini sangat panas dan pengap. Beda dengan di rumah. Ku lihat di sekeliingku.
Aku mencoba mengingat semua yang ada di sini agar bisa ku ceritakan ke ayah
nanti. Sangat mengerikan. Lalu aku bertemu dengan kakek tua yang sangat baik.
Ia memberiku air bersih. Dan aku yakin itu satu satunya persediaan yang ia
miliki. Ia bercerita kalau pada saat ia masih kecil, bumi tidaklah seperti ini.
Ia menceritakan padaku semuanya. Aku mulai mengandai andai jika aku bisa hidup
di jaman kakek ini. Ia memberitahuku tentang benda itu. Namanya pohon. Agak
aneh sih karena aku belum pernah mendengarnya. Katanya pohon adalah peghasil
oksigen yang baik. Karena telah terjadi revolusi teknologi pada saat ia
beranjak senja, manusia tidak menghiraukan lagi tentang pohon. Setiap lahan
kecil digunakan untuk memasang segala macam teknologi sampai sampai akhirnya
pohonpun punah. Mereka juga boros air karena mereka yakin air tak akan habis.
Nyatanya sekarang malah kami manusia sangat kekurangan air.ia memberiku surat
untuk manusia di masa lalu. Ia berpesan padaku supaya kelak aku akan bisa
merubah segalanya. Tapi bagaimana caranya? Sebelum aku mengetahui caranya,
jetcar milik ayah sudah ada di depan rumah kakek tua ini. Aku langsung
berpamitan dan pulang ke rumah.
Malam ini aku tak bisa tidur. Aku masih
berpikir tentang perkataan kakek tadi. Aku mengingat ingat apasaja yang telah
aku lihat di pinggiran kota. Lalu aku memberanikan diri untuk bercerita ke
ayah. Tetapi ayah tak ada di kamar. Lalu aku mencari ke laboratoriumnya dan tak
sengaja menemukan pintu rahasia dimana ayah berada bersama para ilmuan lainnya.
Aku berlari menuju ke ayah tetapi sepertinya aku melewati jalur yang salah.
Entah kenapa aku tak sengaja masuk ke ruangan berpintu yang kedap suara. Ayah
berteriak tapi aku tak bisa mendengar. Aku yakin ayah menyuruhku keluar. Ia
panik. Begitupula ilmuan lainnya. Berselang saat kemudian semua menjadi putih
dan saat ku buka pintu.... aku sudah tidak berada di laboratorium ayah.
Tempat ini sangat asing. Banyak benda
tapi aku yakin inilah yang disebut pohon. Udara disini sangat segar. Nyaman
sekali berada di sini. Aku berjalan dan bertemu seseorang yaang mungkin tak
asing lagi. Ya!!! Itu kakek yang ku temui di perjalananku kemarin. Tapi ia
lebih sehat dan segar bugar. Wajahnya tampan dan masih muda. Beda sekali dengan
pak Mansyur atau ayah sekalipun. Aku diajaknya berkeliling. Ia berkisah panjang
lebar mengenai apa itu hutan, pohon, sungai, pegunungan, dan lain lain. Ia
heran mengapa aku tak tau akan hal ini. Aku lantas bercerita apa yang ku alami.
Ia awalnya tak percaya. Tetapi setelah melihat pintu yang kumasuki tadi ia jadi
percaya. Aku langsung teringat dengan pesan kakek. Aku harus merubah segalanya
sebelum terlambat. Aku mulai mengingat ingat apasaja yang terjadi di bumiku.
Aku selalu membawa surat dari kakek, lalu Ku tinggalkan surat itu bersama bapak
yang kuyakin adalah kakek itu. Berharap agar ia membaca surat dari kakek dan
segera mengubah kebiasaan hidup manusia. Berharap agar masa depan akan banyak
sekali pohon yang dapat menghasilkan oksigen. Berharap agar mereka tidak boros
air. Inilah surat dari kakek yang tak sengaja ku baca terlebih dahulu sebelum
ku berikan kepada bapak itu. Aku sempat bertanya tahun berapakah ini kepada
bapak itu, lantas ia menjawab tahun 2030, lalu ku tambahkan tahun di bawah
tulisan manusia dan ku beri judul. Sebuah Surat Dari Masa Depan
Sebuah
Surat Dari Masa Depan
Kepada
Yth
Manusia
Di Tahun
2020
Aku hidup
di tahun 3050. Setelah revolus teknologi pada tahun 2030, semua berubah semakin
memburuk. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 80 tahun. Aku
mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum
sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang,
aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku
berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman
hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku
sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan
diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami
harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari
keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa
digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan:
“JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut.
Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang
tidak terbatas.
Sekarang,
sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama
sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir
yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing
sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan,
tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar
dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di
tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya,
rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air
putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap
hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas
pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami
menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak
ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit
pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar
sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena
keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40
tahun.
Para
ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak
menemukan jalan keluar. Walaupun sudah terjadi revolusi teknologi diseluruh
dunia, manusia tidak bisa membuat air dengan teknologi secanggih apapun.
Punahnya pepohonan dan tumbuhan hijau
membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan
intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang
menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi,
dan malformasi.Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137
m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak
ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan
paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang
tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya
menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35
tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber
air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air
menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.
Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan.
Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim.
Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan
polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga
kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku
bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan
bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan
bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan
bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya
manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi
sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. .. Aku tidak
dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang
menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius
pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari
generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang
melakukan.
Sekarang, anak
dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini
kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam
akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali
ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan
terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk
melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini ! Tolong Kirim surat ini ke semua
teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi
nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap
orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata
dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”
by: Fauzi Pratama






