+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

Jumat, 09 Mei 2014

CERPEN: SEBUAH SURAT DARI MASA DEPAN

“uhuk.... uhuk....” suara itu terdengar lagi
Kali ini dari Pak Mansyur, usianya 70 tahun. Wajahnya keriput tapi dari gaya bicaranya terkesan masih muda. Sudah tua kah? Sebenarnya usianya baru 35 tahun. Aku mengetahuinya dari kartu hologram yang muncul dari jam tangannya. 7 Mei 3015 tanggal lahirnya. Mengapa bisa begitu? Aku sendiri pun tak tau. Jika ku tanya ibu, ia lantas memalingkan wajahnya ke ayah lalu menunduk bersamaan. Terpancar jelas sekali rasa bersalah di wajahnya. Tapi ku tak tau mengapa. Apa karena pertanyaanku terlalu sulit untuk dijawab? Terlalu mengada ada? . Sejak saat itu aku tak pernah menanyakannya kepada mereka.
“uhuk... uhuk.... uhuk..... “ kali ini lebih keras. “dehidrasi, kekurangan oksigen.... lagi” kata Ayah. “kita tak bisa begini terus pak, populasi manusia akan punah!!!” kata pak Mansyur dengan nada sedikit membentak. “ingatlah ini juga kesalahan generasi kita!!” bentak Ayah. Aku sungguh tak mengerti apa maksud dari percakapan ini. Apakah ada yang salah? Lantas aku pergi ke perpustakaan hologram di pusat kota. Yah, dengan umurku yang masih 10 tahun aku bebas bepergian menggunakan jetcar. Tak perlu mengemudi karena akan otomatis melalui sensor suara yang mengantarku ke pusat kota. Aku mulai bertanya tanya dan mencoba mencari tahu di perpustakaan hologram.
Aku menemukan peradaban manusia pada abad abad sebelumnya. Dari masih menggunakan batu, penemuan IC dan sampailah pada peradabanku. Aku mengerti sekarang mengapa abad ini disebut abad milenium. Karena dahulu sekitar tahun 2030 telah terjadi revolusi besar besaran terhadap teknologi. Alat alat yang lama telah digantikan oleh teknologi yang sangat memanjakan manusia. Aku membayangkan jika aku hidup di tahun sebelumnya. Pasti hidupku takkan semudah saat ini. Semua termasuk mudah jika kubandingkan dengan tahun sebelumnya. Sekarang dengan 1 alat pengontrol sudah mampu menjalankan apa yang kita inginkan. Ku lihat jika dulu manusia sangat bekerja keras. Karena itulah umur mereka lebih panjang dari pada umur pada sekarang. Terakhir, ayah menangani pasien dengan dehidrasi tingkat tinggi dan komplikasi sinar UV yang sangat mengerikan. Umurnya masih 40 tahun jika kulihat di data hologramnya
Tapi ada suatu pemandangan aneh yang belum pernah kulihat sebelumnya. Belum pernah aku melihat benda semacam ini. Bentuknya aneh, setengah lingkarang di atas dengan tak beraturan ke bawah. Warnanya yang atas hijau dan yang bawah coklat. Dan ada banyak seperti itu di jaman dahulu. Tapi sebelum ku tahu lebih lanjut, ayah mengirim pesan hologram untuk menyuruhku pulang. Akhirnya aku pulang dengan perasaan masih penasaran.
Aku termasuk anak yang beruntung. Ayahku dokter sekaligus pejabat di pusat kota sehingga hidupku terjamin dan aman. Aku bisa sesuka hati pergi ke paru paru kota untuk menghirup udara yang bersih tanpa harus membayar dan mengantri. Sementara orang lain hanya bisa marah, menggunjing, menangis lalu pada akhirnya akan menuju ke ayahku untuk minta obat. Tapi aku tak pernah melihat ayah memberikan semacam pil atau yang lain.
Udara diluar sangat panas dan pengap. Jika aku berada di luar rumah 1 jam saja mungkin aku akan pingsan. Untungnya ayah punya semacam paru paru mini di rumah. Jadi aku bisaa tetap hidup nyaman. Yah, entah kenapa aku sangat membutuhkan paru paru itu. Dan tidak semua orang mempunyai paru paru ini karena mahal harganya. Aku tidak mengerti mengapa tuhan menciptakan planet yang banyak makhluk hidup tetapi sangat kecil udara yang bisa dihirup.
Hari ini aku melakukan perjalanan keliling kota bersama sekolah. Kami naik jetbus. Keadaan hening sepi. Mereka sibuk dengan teknologinya masing masing. Sedangkan aku, aku sudah terlalu bosan. Aku masih penasaran dengan apa yang kulihat di perpustakaan kota kemarin. Aku hanya bisa melamun saat perjalanan berlangsung. Sialnya aku terpisah dari rombongan pada saat berada di pinggiran kota. “ugh.....” udara disini sangat panas dan pengap. Beda dengan di rumah. Ku lihat di sekeliingku. Aku mencoba mengingat semua yang ada di sini agar bisa ku ceritakan ke ayah nanti. Sangat mengerikan. Lalu aku bertemu dengan kakek tua yang sangat baik. Ia memberiku air bersih. Dan aku yakin itu satu satunya persediaan yang ia miliki. Ia bercerita kalau pada saat ia masih kecil, bumi tidaklah seperti ini. Ia menceritakan padaku semuanya. Aku mulai mengandai andai jika aku bisa hidup di jaman kakek ini. Ia memberitahuku tentang benda itu. Namanya pohon. Agak aneh sih karena aku belum pernah mendengarnya. Katanya pohon adalah peghasil oksigen yang baik. Karena telah terjadi revolusi teknologi pada saat ia beranjak senja, manusia tidak menghiraukan lagi tentang pohon. Setiap lahan kecil digunakan untuk memasang segala macam teknologi sampai sampai akhirnya pohonpun punah. Mereka juga boros air karena mereka yakin air tak akan habis. Nyatanya sekarang malah kami manusia sangat kekurangan air.ia memberiku surat untuk manusia di masa lalu. Ia berpesan padaku supaya kelak aku akan bisa merubah segalanya. Tapi bagaimana caranya? Sebelum aku mengetahui caranya, jetcar milik ayah sudah ada di depan rumah kakek tua ini. Aku langsung berpamitan dan pulang ke rumah.
Malam ini aku tak bisa tidur. Aku masih berpikir tentang perkataan kakek tadi. Aku mengingat ingat apasaja yang telah aku lihat di pinggiran kota. Lalu aku memberanikan diri untuk bercerita ke ayah. Tetapi ayah tak ada di kamar. Lalu aku mencari ke laboratoriumnya dan tak sengaja menemukan pintu rahasia dimana ayah berada bersama para ilmuan lainnya. Aku berlari menuju ke ayah tetapi sepertinya aku melewati jalur yang salah. Entah kenapa aku tak sengaja masuk ke ruangan berpintu yang kedap suara. Ayah berteriak tapi aku tak bisa mendengar. Aku yakin ayah menyuruhku keluar. Ia panik. Begitupula ilmuan lainnya. Berselang saat kemudian semua menjadi putih dan saat ku buka pintu.... aku sudah tidak berada di laboratorium ayah.
Tempat ini sangat asing. Banyak benda tapi aku yakin inilah yang disebut pohon. Udara disini sangat segar. Nyaman sekali berada di sini. Aku berjalan dan bertemu seseorang yaang mungkin tak asing lagi. Ya!!! Itu kakek yang ku temui di perjalananku kemarin. Tapi ia lebih sehat dan segar bugar. Wajahnya tampan dan masih muda. Beda sekali dengan pak Mansyur atau ayah sekalipun. Aku diajaknya berkeliling. Ia berkisah panjang lebar mengenai apa itu hutan, pohon, sungai, pegunungan, dan lain lain. Ia heran mengapa aku tak tau akan hal ini. Aku lantas bercerita apa yang ku alami. Ia awalnya tak percaya. Tetapi setelah melihat pintu yang kumasuki tadi ia jadi percaya. Aku langsung teringat dengan pesan kakek. Aku harus merubah segalanya sebelum terlambat. Aku mulai mengingat ingat apasaja yang terjadi di bumiku. Aku selalu membawa surat dari kakek, lalu Ku tinggalkan surat itu bersama bapak yang kuyakin adalah kakek itu. Berharap agar ia membaca surat dari kakek dan segera mengubah kebiasaan hidup manusia. Berharap agar masa depan akan banyak sekali pohon yang dapat menghasilkan oksigen. Berharap agar mereka tidak boros air. Inilah surat dari kakek yang tak sengaja ku baca terlebih dahulu sebelum ku berikan kepada bapak itu. Aku sempat bertanya tahun berapakah ini kepada bapak itu, lantas ia menjawab tahun 2030, lalu ku tambahkan tahun di bawah tulisan manusia dan ku beri judul. Sebuah Surat Dari Masa Depan
Sebuah Surat Dari Masa Depan
Kepada Yth
Manusia
Di Tahun 2020
Aku hidup di tahun 3050. Setelah revolus teknologi pada tahun 2030, semua berubah semakin memburuk. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 80 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas.

Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Walaupun sudah terjadi revolusi teknologi diseluruh dunia, manusia tidak bisa membuat air dengan teknologi secanggih apapun. Punahnya  pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. .. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.

Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini ! Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”


by: Fauzi Pratama
No comments